Di Yunani, Pria Berpenis Kecil Dianggap Lebih Maskulin

loading...



Laman Tirto.id baru-baru memunculkan tulisan tentang kenapa patung-patung di Yunani klasik justru menampakkan penis berukuran kecil, dan tidak ereksi. Ternyata faktanya sangat menarik.

Mereka yang memiliki penis besar dan mudah ereksi dianggap lelaki lemah karena dengan mudah dikontrol oleh nafsu. Karena itu patung-patung dewa di Yunani seperti Zeus dipahat memiliki penis kecil.

Olivia mengutip ulasan sejarawan seni Ellen Oredsson dalam laman blognya. Lelaki Yunani ideal adalah mereka yang “rasional, intelektual, dan otoritatif”.

Kebalikannya adalah tokoh-tokoh dengan penis berukuran besar dan dalam kondisi tegang (beberapa ada yang melebihi ukuran normal). Mereka diperlakukan sebagai manifestasi lelaki tidak ideal. Andrew mencontohkan Satyr, tokoh mitologi Yunani yang berwujud setengah manusia setengah kambing.

Satyr menghuni hutan dan pegunungan. Ia dekat dengan Dionisos, dewa anggur yang gemar berpesta. Satyr juga digambarkan sebagai pemabuk yang menampakkan sifat penuh nafsu liar. Oleh sebab itu, dalam wujud patung, ia memiliki penis tegang yang berukuran besar.

Satyr mewakili lelaki yang tidak maskulin dalam pandangan Yunani klasik karena selama hidup hanya dikontrol oleh nafsu dan dorongan seksual. Andrew mencatat, selain Satyr, patung orang jompo juga mewakili lelaki tidak ideal sebab kadang digambarkan memiliki penis berukuran besar.

Baca selengkapnya di artikel "Mengapa Patung Yunani Klasik Berpenis Kecil?", https://tirto.id/edCZ.
loading...

Post a Comment

0 Comments