Dua Tipe Orang dalam Memilih Pekerjaan

loading...


Setidaknya ada dua tipe orang dalam memilih pekerjaan. Pertama tipe adaptable. Kedua, tipe passionable. Apa yang membedakan?

Ada yang berprinsip bahwa pekerjaan bisa apapun, selama halal, yang penting memberikan penghasilan yang cukup.

Namun ada yang merasa bahwa pekerjaan harus sesuai jiwanya. Saat dia mendapatkan pekerjaan yang tidak sesuai dengan jiwanya, maka ia akan bilang : kerjaan ini bukan gue banget.

Nah, itulah sekilas yang membedakan adaptable dan passionable.

Adaptable lebih berupaya beradaptasi pada pekerjaan, apapun itu. Batasannya biasanya dua : halal secara agama, dan tidak melanggar hukum negara.

Tipe adaptable lebih mempertimbangkan kelayakan gaji, dan membedakan antara kerja dengan hobi atau passion hidup. Baginya kerja adalah untuk dapat duit, hobi dan passion adalah hal yang berbeda. Maka kerja apapun tak masalah selama pendapatan layak.

loading...
Hal ini berbeda dengan sosok passionable. Baginya kerja ya harus sesuai jiwanya, minimal ia memiliki passion dalam pekerjaan itu, syukur-syukur jika itu adalah hobinya.

Tipe passionable biasanya akan pilih-pilih pekerjaan. Namun ukuran pendapatan layak masih jadi pertimbangan. Hanya saja, ketika ada dua pilihan pekerjaan, yang satu gaji lebih tinggi namun bukan passionnya, satunya gaji standar namun passionnya. Dia akan memilih pekerjaan kedua.

Bagi seorang passionable kerja adalah passion. Kerja harus happy dan dijalani sepenuh jiwa, dan itu hanya bisa dilakukan jika ia bekerja dalam passionnya.

Keduanya memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Tipe adaptable grafiknya biasanya stagnan, tidak terlalu naik juga tidak terlalu turun. Cenderung stabil.

Namun ia jarang punya lompatan besar dalam pekerjaannya. Flat.

Beda dengan passionable. Cenderung fluktuatif. Bisa naik, bisa turun secara ekstrem. Bahkan tak jarang yang jatuh bangkrut dan harus memulai dari nol lagi.

Namun tipe passionable akan menciptakan suatu lompatan atau gebrakan besar dalam karirnya, jika benar-benar menemukan passion. Hidup mereka lebih dinamis dan menantang.

Sayangnya, tipe passionable ini sangat terikat oleh ruang dan waktu. Kadang karena desakan kebutuhan hidup, mereka harus melepas passionnya dan menjadi seorang adaptable.

Maka, passion perlu ditemukan dan dikembangkan setidaknya pada masa-masa aktif belajar, entah di tingkat sekolah menengah atau perguruan tinggi.

Mulanya setiap orang adalah passionable. Kebutuhan hidup yang mendesak lah yang menyebabkan ia harus terus beradaptasi hingga akhirnya menjadi seorang adaptable.

Nah, kalau kamu tipe yang mana? yuk ceritakan di kolom komentar bawah ini.

Psikologi.my.id
loading...

Post a Comment

0 Comments