Kenapa Banyak Bottom Mengaku Sebagai Vers?

loading...



Mungkin kalian sering menemui seseorang yang mengaku vers, namun sejatinya dia seorang bottom.

Hal itu kalian ketahui seiring waktu ketika lebih dekat mengenalnya, atau setelah tahu rekam jejak masa lalunya, seperti dengan siapa dia pernah menjalin asmara.

Namun sebenarnya, bottom yang mengaku sebagai vers masih dalam batas wajar. Apalagi ketika ia mencari pasangan seorang top, atau minimal sesama vers.

Vers memang role yang sebenarnya sangat bergantung dengan pasangannya. Ketika seorang bottom mengaku vers dan memiliki pasangan pure top, dengan mudah kita bisa menebak role yang ia mainkan adalah bottom.

Selain itu, vers juga cenderung pasif. Wait and see, tidak seperti top dan bottom yang agresifitasnya tinggi berdasar role masing-masing.

Alasan kenapa ia tak mau mengaku secara terbuka sebagai bottom, bisa jadi ada rasa inferioty atau stigma negatif yang begitu kuat dilekatkan pada sosok bottom.

Dalam skala kepribadian, role bottom memang lebih dekat dengan vers. Artinya masih dalam batas yang bisa ditolerir. Ketika mereka menjalin asmara dengan top atau vers, hal itu tak menjadi permasalahan pelik.

Yang aneh adalah, bottom yang mengaku top. Dalam skala kepribadian, tipe seperti ini cenderung memiliki personality switch.

Bayangkan ketika ia mengaku top dan menjalani hubungan dengan bottom, namun pada saat tertentu seperti ketika berhubungan intim misalnya, ia berposisi sebagai bottom dan memaksa bottomnya berperan sebagai top.

Tipe personality switch biasanya mengidap suatu kelainan yang disebut post-masokis. Role aslinya sebagai bottom, namun lebih suka dijamah dan digagahi sesama bottom atau bahkan transpuan dan waria.

Mereka merasakan suatu kepuasaan psikis ketika digagahi oleh role yang selama ini juga menjadi obyek/ pernah digagahi juga.

Kondisi yang mirip seperti masokis yang mendapatkan kepuasan ketika disiksa atau diperlakukan kasar ketika berhubungan intim.

Bottom yang mengaku sebagai vers, meskipun tidak pernah memerankan diri sebagai vers secara nyata, adalah lebih sebagai role image. Tidak sampai pada personality switch.

Mungkin ia merasa rendah diri jika mengaku sebagai bottom, karena banyaknya stigma negatif terhadap bottom.
loading...
loading...

Post a Comment

0 Comments