Kamu Gak Aneh Kok. Kamu itu Unik

loading...


Pernahkah kamu merasa berbeda dari kebanyakan orang? Saat masih sekolah, kamu merasa berbeda dengan kebanyakan teman. Kamu merasa dirimu aneh, kadang kamu juga merasa dirimu abnormal. Berlebihan gak sih pikiran kayak gitu?

Nah, sebelum kamu menghakimi dirimu sendiri, kamu perlu tahu beberapa fakta bahwa, masing-masing orang itu memang berbeda. Baik secara fisiologis maupun psikologis. Mulai dari sidik jari sampai karakter yang dimilikinya.

Kamu juga harus tahu bahwa mereka yang tampak umum atau memiliki kesamaan, bisa jadi justru karena takut dianggap berbeda, sehingga mengikuti arus sosial yang ada. Selain itu sangat mungkin mereka belum menemukan sisi keunikan dalam dirinya sendiri.

Mungkin kalian masih ingat, waktu sekolah betapa mudahnya kita atau teman kita terpengaruh. Misalnya, biar dianggap cowok tulen maka harus merokok. Biar dianggap normal harus punya pacar, biar dianggap pintar harus pandai matematika.

Nah, ketika syarat-syarat itu tak terpenuhi maka labeling bukan cowok tulen lah, gak normal, atau gak pinter sangat mudah disematkan. Mungkin sebagian kita pun sempat terbawa, bahkan sampai seterusnya. Sampai kita menyadari bahwa gue gak kayak gitu lho. Gue punya jalan sendiri.

Ketahuilah bahwa tidak ada orang aneh, yang ada adalah unik. Kamu gak aneh kok. Kamu itu unik, dan punya cara berbeda dalam memandang hidup dibandingkan orang lain, juga punya cara sendiri untuk mengatasi suatu masalah. Mereka yang belum memahami keunikan kalian, pasti akan anggap kalian aneh, abnormal, atau gak kayak orang pada umumnya.

loading...
Saat kamu merasa punya pikiran yang berbeda dengan orang lain, bisa jadi kamu mulai menemukan siapa diri kamu sendiri. Misal saja, waktu di kelas, ketika image bahwa anak yang nilai matematiknya bagus berarti anak pandai, kamu tak berpikir demikian.

Padahal, banyak temanmu yang dipaksa atau terpaksa les matematik agar nilainya bagus dan dianggap pandai. Kamu santai saja, karena kamu punya keahlian pada bidang yang lain. That's poin. Kamu gak aneh kan? justru kamu udah nemuin diri kamu.

Mereka yang mati-matian ngejar label pandai itulah yang aneh, meskipun mayoritas. Tanpa sadar bahwa sebenarnya potensi besarnya bukan di bidang matematik. Akhirnya mereka gak menemukan diri mereka sendiri, karena hidupnya sibuk ngejar label ini itu.

Memang sih, masing-masing kita mungkin saja memiliki idealifikasi. Contohnya, idealifikasi tentang sosok yang ingin kita tiru, bisa orang tua kita, kakak, teman yang menurut kita lebih berhasil, kakak kelas, hingga tokoh masyarakat.

Namun kita juga harus sadar, bahwa masing-masing kita tetaplah berbeda. idealifikasi, atau sosok ideal cukup sebagai motivator atau penyemangat. Sebab mereka membuat kita terus berpikir positif, terutama menjalani hidup dan merealisasikan mimpi-mimpi.

Saat kamu merasa terasing, karena merasa berbeda, itu bukan suatu yang buruk kok. Perasaan itu akan selalu muncul dalam proses menemukan jati diri dan keunikan kamu.

Memang tak semua orang bisa menerima, atau setidaknya memahami dirimu. Bahkan kadang-kadang keluarga kita sendiri pun tak bisa memahaminya.

Saat itu, bisa jadi tengah terjadi proses otodidak. Ketahuilah, banyak tokoh besar yang lahir dari otodidak. belajar sendiri, lewat alam dan karya orang lain tanpa melalui proses interaksi.

Saat kamu menemukan orang yang memahamimu, maka itu bisa menjadi penguat hidupmu. Sedikit tak masalah, asalkan bermutu kan?

Apakah kamu pernah merasakan kondisi di atas? Yuk bagikan ceritamu lewat komentar di bawah ini.
loading...

Post a Comment

1 Comments