Sedihnya Jadi Cowok Ngondek ; Dibully hingga dianggap kerasukan Jin

loading...



Hai, kenalin gue doni. Ya nama gue doni, tapi teman-teman sering manggil dona, karena gue kata mereka agak femimin alias ngondek. Apalagi temen-temen sekolah dulu, sering banget manggil gue dona.

Gue juga gak tau, kenapa terlahir kayak gini. Badan ramping, suara cempreng, gaya bicara, gestur emang dasarnya gini. Gak aku buat-buat.

Teman di sekitar rumah, bahkan kerabat sendiri sering nyuruh aku biasa saja tak usah dibuat-buat. Padahal ini udah biasa bagiku. Kemayu, feminim, gitu kata orang.

Pamanku bahkan pernah bilang ke ibuku kalau aku kerasukan jin cewek, harus dirukyah. Mendengar itu aku hanya bisa nangis, begitu jahat ucapan seperti itu.

Lagipula, siapa sih yang mau jadi kayak gini? Kadang aku benci sama diriku sendiri, kenapa aku punya gaya kayak gini. Kata kemayu, ngondek, feminim sering sekali dihujamkan padaku. Itu membuatku inferior.

Itulah yang bikin aku gak punya teman cowok. Karena mereka ilfil mungkin. Pernah dulu aku punya teman cowok, tapi teman cowok lain langsung bully dia.. kok kamu berteman sama banci sih? Diapun menjauh dariku.

Tahu hal itu bikin aku sedih dan merasa asing. Teman-temanku justru banyak cewek. Aku bersyukur sih mereka bisa nerima aku yang ngondek ini.

Yang bikin aku sedih banget itu, ayahku sendiri selalu bilang aku suruh jadi macho, jangan lembek feminim kayak cewek. Itu bikin aku sangat tertekan secara batin.

Aku merasa rendah dan tak ada gunanya dihadapan ayah. Untunglah ibuku tak bersikap kayak gitu, ibu lebih banyak diam.

Pernah aku dengar percekcokan ayah dan ibu, soal aku. Ayah bilang dulu ibu nyidam apa sih sampe lahir anak sepertiku? Itu membuatku sedih dan tak hentinya menangis.

Ayah pun juga malu punya anak aku. Waktu lebaran biasanya banyak teman ayah yang berkunjung ke rumah dan ayah sedikit ragu bilang aku anaknya... tiap kali aku terlihat ayah langsung segera nyuruh aku bantu-bantu ibu di belakang, padahal ibu lagi tak ngapa-ngapain..

Aku merasa tidak diterima sama keluarga sendiri.

Penderitaanku juga belum berakhir, saat aku mulai mengenal cinta aku mulai belajar dekat sama orang. Aku cari kenalan di sosmed dan janjian ketemu..

Saat ketemu, dan tahu gesturku kalau aku ngondek, dia lebih sering cuek dan bahkan segera mengakhiri pertemuan.. tak jarang pula setelah itu sosmedku langsung diblokir atau no respon lagi.

loading...
Aku menduga mereka melakukan itu karena aku ngondek.

Siapa sih cewek yang mau punya cowok ngondek?

Akhirnya aku dekat sama dunia pelangi, mengenal mereka yang sama-sama ngondek. Kami bisa terbuka satu sama lain dan saat itulah aku merasa punya teman.

Tapi bullyan juga tak habis-habisnya. Banyak orang menyebut kami geng cowok cantik, ayahpun juga tak terlalu suka kalau mereka main ke rumah. Kata bapak, cari teman itu yang lurus-lurus saja.

Aku agak marah sama ayah dan bilang kenapa ayah gak bisa nerima anaknya sendiri? Siapa sih yang mau berteman sama orang kayak aku?? Bahkan saat aku mulai punya teman ayah malah bersikap kayak gitu?? Keluarga saja tak bisa menerima aku..

Lalu aku menangis.. namun ayah tak mau kalah, dia bilang aku bisanya cuma nangis nangis.. kayak cewek.. cowok kok bisanya nangis nangis aja.. kalimat itu bikin hatiku tambah sakit.

Meskipun ngondek tapi sebenarnya aku masih suka cewek. Tapi siapa cewek yang mau sama aku?

Sementara teman temanku itu rata-rata kaum pelangi, lebih banyak vers. Lalu aku ditantang untuk melawan cowok macho..

Aku tak tahu maksudnya,  lalu mereka ngajak party.. ada cowok macho banget. Badannya atletis dan wajahnya tampan..

Kata temanku, dia masokis. Lalu aku harus ngapain? Katanya aku harus jadi jantan.. caranya dengan memperkosa cowok macho itu.. ha gila..

Tapi itu terjadi, sambil direkam sama mereka, aku perkosa cowok macho itu.. aku setubuhi dia layaknya dia perempuan, aku masukin penisku ke lubang anusnya dan kugesek gesek..

Entah kenapa aku merasa puas.. bukan karena hubungan seksnya,, tapi aku puas karena aku bisa menggagahi cowok macho.. aku merasa percaya diriku bertambah. Bahwa aku bisa jadi jantan, dan yang kutaklukkan adalah cowok macho..

Senang sekali melihat video yang direkam teman-temaku itu. Aku merasa kalau aku jantan. Tapi cowok macho itu juga menikmati, dia masokis.. jadi walau macho seneng banget dientotin sama cowok ngondek apalagi waria.

Setelah itu aku jadi suka dunia pelangi. Sampe aku pergoki temanku yang sudah jadi waria juga ngentotin cowok macho itu.

Ternyata cowok macho itu udah bisa digilir sama waria-waria di sini.. pantes aja dia pasrah saat aku entot, ternyata dia sudah biasa digituin.

Sampe pernah aku lihat cowok macho itu digilir 3 waria, aku disuruh gabung.. katanya kamu lihat kan? Kita yang selama ini dibully ngondek, feminis, gak jantan, buktinya bisa naklukin cowok macho atletis kayak dia..

Gila.. aku ngerasa ini udh gak wajar. Apa memang harus kayak gitu?

Meskipun teman-teman wariaku itu rata-rata ngaku vers tapi aku malah lebih sering lihat mereka jadi top.

Pernah juga anak SMA jadi bulanan mereka. Anak SMA itu cakep, manly, motornya aja motor cowok.. hobinya juga futsal. Tapi takluk di depan 3 waria, dientot gantian, disuruh nyepong, sampe dia tak berkutik.

Katanya kamu harus tahu,, cowok cowok sok macho itu sebenarnya gak sejantan yang kamu pikir. Kamu cari korban aja.

Lalu aku cari kenalan di fb, cowok macho, kami janjian ketemu dan aku bilang aku bisa ngentot dia.. dia malah marah dan mukulin aku sampe babak belur..

Ternyata aku dibohongi, gak semua cowok macho kayak gitu.
loading...
loading...

Post a Comment

0 Comments