Terpukau Kontolnya Andrio

loading...



“hai, bro.. lu liatin apaan sih,” Andrio membuatku tersadar, bahwa saat ini kami sedang ganti baju setelah pelajaran olahraga.

Karena kamar mandi penuh, maka aku dan andrio satu tempat dan melihat dia telanjang. Kontol andrio tampak bagus, berurat dan semi tegang. Entah semi tegang atau bagaimana, kulihat kontolnya agak tegak tapi masih menggelayut. Tentu itu belum ngaceng pastinya.

Jam olahraga biasanya pagi hari, maka kami mandi agar lebih segar untuk mengikuti pelajaran berikutnya. Saat itulah aku bisa melihat kontol andrio, dan mungkin sebaliknya. Namun sepertinya andrio tak mengarahkan pandangan matanya ke bagian vitalku.

Ternyata andrio ganti sempak juga. Unik sih dia. Aku tak pernah terpikir untuk ganti sempak juga setelah jam olahraga.

“Sempak gue basah keringet, gak enak, haha,” Selorohnya.

Setelah melihat kontol andrio, entah kenapa aku terus kepikiran. Di kelas aku bener-benar gak konsen, masih terbayang kontol andrio yang bagus dan menarik banget itu. Aku bayangin gimana andai kontolnya ngaceng, urat-uratnya pasti makin terlihat, keras banget dan gesekannya pasti mantab.

Saat spermanya keluar, pasti muncratnya jauh dan banyak. Duh, pikiran gue bayangin yang aneh-aneh, gak konsen banget sama pelajaran yang disampaikan guru di kelas.

###

Sore hari, terdengar ada motor berhenti di depan rumah. Kulirik dari jendela, kulihat sosok yang aku kenali. Itu kan andrio, ngapain di rumahku?

Lalu dia mengetuk pintu, mama membukakan pintu dan dipanggillah aku.

“Eh, lu tadi nyatat PR yang dikasih pak toni gak? Gue lupa ni,” Ucap andrio.

“Oh iya nyatet, mau nyalin?”

“Nah itu, thanks ya.”

“Ya udah ke kamarku aja ya,” Ajakku.

Andrio pun ke kamarku. Sepertinya ini untuk pertama kali andrio masuk ke kamarku. Sebelumnya hanya main ke rumah, itupun hanya saat lebaran.

“kamar lu rapi banget ya,” pujinya.

Andrio pun langsung rebahan seolah itu kamarnya sendiri. Aku masih mencari buku catatan berisi PR yang tadi ditulis pak toni di papan tulis.

“Jar,” panggil andrio.

“ya.”

“Hmm.. tadi itu pas kita ganti baju bareng, lu liatin apa?”

loading...
Aku terdiam. Tiba-tiba degub jantungku berdetak sangat cepat. apa andrio curiga?

“gak apa apa jar, santai aja,” lanjutnya.

Aku tak mejawab. Tiba-tiba andrio mendekati pintu kamar dan memutar kunci. Lalu mendekat pada.

“lihat tanganmu,” pintanya.

Agak gemeteran aku julurkan tangan padanya. Dia megang tanganku, seolah melihat garis tanganku, lalu tiba-tiba mengarahkannya ke bagian kontolnya.

“kamu pengen pegang ini kan?”

Aku terkejut, namun entah kenapa tanganku tak ingin kulepas. Pasrah saja tangan andrio memandu tanganku mengelus-elus kontolnya yang masih berlapis celana jeans dan sempak di dalam.

“buka aja, gak usah malu,” tawarnya.

Aku degdegan, antara bingung, takut, dan sekaligus senang. Ya, aku seneng banget sumpah. Saking senengnya sampe tanganku gemeteran saat buka ikat pinggang dan resletingnya, lalu nampak tonjolan sedengan yang masih terbungkus sempak.

Aku agak turunkan celana jeans andrio sampai paha, lalu perlahan aku buka sempaknya dan tampak kontol memukau itu yang perlahan menegang, mengeras, dengan urat-uratnya yang jantan dan kepala penisnya yang artistik.

Dengan beringas aku langsung menjilatinya, mengulum seperti sedang menikmati lolipop. Kontol andrio sudah ngaceng maksimal. Tak tahan rasanya hasratku untuk secara tuntas menikmati setiap jengkal dari kontol andrio yang menawan ini. Aku lahap sampai menyedak ke tenggorokan.

Lalu andrio pun beringas, dilucutinya bajuku dan ia melucuti bajunya. Dipeluklah aku, di endus leher, telinga, dada, dipilinnya putingku dengan lidahnya lalu dengan lembut melemparku di atas ranjang.

Aku menggeliat dan secara reflek nungging, langsung disambut oleh tusukan pertama dari andrio yang panas-panas enak karena sudah dilumuri pelumas. Andri menyetubuhiku dengan berdiri dan tampak begitu jantang dirinya.

Aku mendesah keenakan. Tak menyangka enak sekali disetubuhi cowok seganteng andrio yang punya kontol menawan. Tak terasa kontolku pun bergetar dan aku klimaks. Ah.. crot..crot.. ah... aku klimaks.. kok bisa? Padahal aku sedang disetubuhi andrio...

“Fajar...fajar... sudah pagi nanti telat ke sekolah.”

Aku terbangun. Suara mama barusan terdengar dari balik pintu. Kulihat sudah pukul 06.10, dan sempakku basah. Ah, ternyata aku hanya mimpi.. mimpi basah dan itu sama andrio.

By fajar

loading...
loading...

Post a Comment

0 Comments