5 Tipe Gay di Indonesia, Kamu Bagian yang Mana?

loading...


Gay di Indonesia masih dianggap tabu bahkan disebut sebagai penyimpangan. Tak jarang kelompok masyarakat yang disguisting dengan kehadiran kaum gay.

Realitas sosial ini memunculkan beragam sikap, bahkan di kalangan gay sendiri. Setidaknya ada 5 sikap yang mereka pilih :

Pertama, open society. Mereka yang memilih terbuka, mengakui dirinya sebagai gay. Pilihan ini sangat beresiko, sikap reaktif dari masyarakat dan keluarga terutama. Bahkan ada yang sampai diusir dari rumah.

Open society memang lebih banyak di kalangan transgender, meskipun tidak semua transgender itu seorang gay. Ada juga yang biseksual.

Kedua, open circle, yaitu mereka yang membuka dirinya pada kelompok terbatas. Kelompok terbatas yang dimaksud adalah lingkaran teman sesama gay atau komunitas.

Mereka tak jarang melakukan interaksi kelompok, bahkan menghabiskan waktu bersama layaknya sebuah geng kecil.

Ketiga. Silent active. Mereka yang memilih diam, menjauhi komunitas, atau perkumpulan, dan bahkan bergaul dengan teman-teman straight serta mengidentifikasi dirinya sebagai bagian dari hetero, namun ia active.

Biasanya mereka menggunakan akun palsu/ bayangan di sosial media untuk mencari relasi. Mereka sangat tertutup, namun sangat aktif menjalin relasi dengan seseorang.

Sayangnya, rata-rata dari mereka lebih suka melakukan sex for sale atau sex one night alias cinta satu malam, karena tak ingin terikat perasaan lebih jauh.

loading...
Keempat. Silent passive
. Ada yang aktif ada yang pasif. Tipe keempat ini nyaris tak bisa diidentifikasi sebagai gay. Gesture, pergaulan, hingga pola hidupnya tak jauh berbeda dengan para hetero, bahkan ia bisa saja menjalin relasi asmara dengan lawan jenis.

Sikap pasifnya itu sudah dilatih sejak masih remaja. Tipe ini punya pemikiran bahwa karir dan pendidikan lebih penting, sementara orientasi seksualnya hanya hambatan yang harus ditekan.

Meski begitu mereka bukan tipe ofensif, dan bisa toleran dengan kaum gay lainnya.

Kelima. Ofensif. Apa maksudnya. Tipe ofensif adalah mereka yang menolak dirinya sendiri sebagai gay.

Mereka ofensif, suka menyerang sesama gay bahkan dengan dalil agama sekalipun. Padahal mereka sendiri juga gay.

Sikap ofensif ini tidak serta merta muncul, biasanya melalui proses panjang dan pergulatan hidup yang kompleks. Entah karena pernah disakiti, dihianati dan sebagainya.

Di sosial media mereka akan berperan sebagai "juru selamat" yang mengutuk perilaku gay atau sekadar orientasi seksualnya.

Sayangnya tipe ini seperti mengalami fluktuasi rasa. Sangat labil, bahkan seperti memiliki dua sisi. Pertentangan batinnya sendiri lah yang membuatnya seperti ini.

loading...

Post a Comment

0 Comments