Seperti Apa Bahaya disodomi? Yuk Pelajari Lebih Jauh

loading...

Aktivitas anal seks, entah dalam suatu kasus kekerasan seksual atau karena suka sama suka, seringkali menimbulkan suatu dampak fisiologis yang cukup serius, disamping dampak psikologisnya.

Kali ini kita akan membahas sejauh mana sih dampak negatifnya? Terutama pada bagian anal secara anatomis. Yuk simak dengan seksama.

Lubang anus, secara anatomis adalah saluran pencernaan, yang bertujuan mengeluarkan sisa makanan (sampah). Saluran pencernaan manusia dimulai dari mulut sampai anus.

Anus memiliki beberapa bagian, salah satunya rectum. Rectum dikeliling otot dan saraf yang disebut Spincher. Ada tiga titik spincher di area rectum.

Jika kita lihat gambar di atas, bagian rectum memiliki rongga. Disitulah, dalam anal seks, penis digesekkan.

Fungsi alami rectum adalah untuk mengontrol keluarnya kotoran. Sehingga rongganya lebih sering kosong, atau kadang hanya sisa-sisa kotoran, terutama jika sedang ada masalah pencernaan di bagian usus.

Sebenarnya, manusia tidak bisa mengontrol bagian rectum. Kita bisa menggerakkan (berdenyut) pada bagian ini karena bantuan Spincher, yang itu terhuhung dengan saraf-saraf lain dalam tubuh bahkan sampai ke otak.

Lalu apa yang terjadi ketika lubang anus/rectum itu dimasuki penis?

Pertama, akan mengalami rectum shock. Biasanya secara reflek spincher akan membantu lubang anus untuk mengatup.

Rectum shock adalah kondisi tidak siap atau tidak mau menerima penetrasi dari luar. Banyak kasus pendarahan terjadi karena sobeknya kulit anus, ini karena pada kondisi rectum shock penis dipaksa masuk sehingga menyebabkan kesakitan luar biasa bahkan sampai luka.

Kedua, lubang anus tidak sama dengan vagina. Lubang anus tidak memproduksi cairan/pelumas alami, maka perlu pelumas tambahan.

Meski sudah diberikan pelumas, tidak otomatis lubang anus siap menerima penetrasi. Pelumas hanya untuk memperlicin, otot saraf di sekitar anus perlu direnggangkan. Ibaratnya, untuk bisa memasuki rectum perlu "menaklukkan" spincher terlebih dahulu.

Caranya, dengan memelintir bagian puting di dada. Bagian puting adalah titik saraf tubuh, makanya terasa geli ketika dipegang. Bagian lain adalah telapak kaki, dan meremas-remas lemak pantat.

loading...
Ketiga
, ketika penis berhasil masuk dan berhasil melakukan penetrasi intens, itu berarti lubang anus melebar 2-3 cm. Ingat, struktur lubang anus tidak sama dengan vagina. Ketika terjadi pelebaran, lubang anus tidak bisa kembali semula.

Makanya tidak ada obat perapet anus, adanya obat perapet vagina.

Lebar lubang anus menyesuaikan besar penis. Penis kecil justru lebih aman bagi anus, karena penis kecil tak menyebabkan pelebaran signifikan. 

Pelebaran 2-3 cm pada lubang anus itu hal biasa saat buang air besar, bedanya ketika buang air besar tak terjadi penetrasi intens seperti ketika anal seks, sehingga bisa cepat kembali.

Selain itu, jangan melakukan anal seks ketika pasangan anal baru saja buang air besar. Butuh waktu sekitar 8 jam bagi rectum untuk memulihkan kondisinya pasca buang air besar.

Lalu apa bahayanya?

Pertama, ketika lubang melebar 2-3 cm bahkan lebih, itu mengganggu sirkulasi BAB. Kemampuan Spincher pun juga berkurang karena sudah "dol". Beberapa saraf akan mati/ terputus dalam hubungan anal.

Itulah kenapa pada hubungan anal berikutnya (biasanya setelah 3 kali), lubang anus lebih gampang dimasuki dan tidak terasa sakit, karena sudah tidak ada perlawanan dari Spincher.

Kedua, ketika penis terlalu besar dan panjang itu biasa menyentuh bagian hulu. Akan terasa mulas dan seperti ingin BAB, itu lebih karena terdorongnya cairan makanan kembali ke usus yang harusnya dibuang.

Dampak dari ini bisa menyebabkan gangguan pencernaan ringan sampai berat. Banyaknya kaum pelangi yang mengidap penyakit saluran pencernaan karena efek berlebih dari kejadian ini, selain misalnya HIV/AIDS.

Semoga informasi ini bermanfaat.
loading...

Post a Comment

0 Comments