Jika aku berhenti open bo

loading...


Kisah #7 series dari hotel ke hotel

Kadang aku ingin berhenti open bo, apalagi setelah mendapat klien yang, maaf, kurang menarik bagiku.

Apalagi, mereka sudah berkeluarga. Memang privasi ini akan terjaga, dan aku juga hanya melakukannya just for money, nggak lebih.

Namun tetep aja ada rasa sesal, dan rasa bersalah.

Seperti kali ini, aku dapat klien seorang pria berumur. Dari foto-foto instagram terlihat keluarga mereka sangat mesra, anaknya juga sudah beranjak SMA.

Kok bisa dia menghubungiku ya? Bukankah sebaiknya uang itu bisa dia gunakan untuk hal lain?

Ah, tapi itu bukan urusanku, sejak awal aku sudah tau klienku adalah kalangan menengah ke atas.

-00-

Seperti biasa, aku memerlukan poppers dan suplemen agar good performance, aku harus memanipulasi diriku agar tetep bisa memberikan kenikmatan pada klien.

loading...
Papa senior itu badannya sudah turun, perutnya buncit dan bau badan. Tapi ini bukan yang pertama aku mengalaminya, aku harus adaptasi.

Untung dia berperan full menjadi boti, hanya saja aku diminta mengulum penisnya sampai spermanya keluar.

Rasa ingin muntah selalu muncul, tapi harus tetap profesional. Kadang juga tertelan sedikit.

Di kamar mandi, berulang kali aku berkumur dan sikat gigi, kumur pakai obat kumur. Tapi untuk sperma yang tertelan, rasanya ingin memuntahkan.

Sepulang memuaskan klien, di kamar mandi kosku, biasanya aku berusaha memuntahkan. Aku merasa sangat aneh, harusnya tak tertelan, terlebih spermanya sudah bau.

Ya sperma memang bau, apalagi sperma orang yang kurang kita minati.

-00-

Aku menutup akun sosial media untuk beberapa hari, lalu menghubungi selebgram yang dulu pernah menyewaku.

"Aku cuma pengen ngajak makan," jawabku.

Ya. Kali ini aku hanya ingin mesra dengan selebgram ini. Sudah dua kali dia bo aku, tapi hubungan kami tak terhenti.

"Sebenernya aku ingin hubungin kakak, tapi aku lagi gak ada uang," jelasnya di sebuah rumah makan.

Aku tersenyum, kali ini aku tak ingin transaksi dengannya. Ada kondisi dimana kita ingin melakukan sesuatu karena rasa sayang.

-00-

Di kamar kosku, selebgram brondong itu kembali menikmati kontolku, dia mendesah, lenguhannya natural, kedua tangannya memegang erat lenganku saat aku menindihnya.

Aku juga menikmatinya. Sambil kugenjot, kuciumi bibir dan pipinya. Keringat kami menyatu, basah semalaman, lalu tertidur di ranjang karena kelelahan.

-00-

"Kakak mainnya pinter banget, belajar dimana sih?" guraunya.

Kami tertawa. Aku juga gak tau, sepertinya ini takdir, aku terlahir dengan wajah tampan dan badan atletis, sebelum gym pun badanku memang sudah atletis.

Baru setelah kenal dunia pelangi, aku terpikir menanfaatkan ketampananku untuk mendapatkan uang.

Beberapa video aku tonton, beberapa bacaan tentang making love juga aku baca, hingga aku tau trik trik memuaskan pasangan dan itu terbukti.

Aku sudah punya klien tetap, aku mendapatkan banyak uang dari "profesi" ini, tapi entah kenapa aku ingin berhenti.

Kisah #8 - selanjutnya
loading...

Post a Comment

0 Comments