Badboy yang bikin boti ketagihan di atas ranjang

loading...



Malam itu, di kamarnya yang remang, Nata memeluk tubuhku, mengendus leher dan menjilat mesra daun telingaku.

Tubuhku gemetar nikmat, diginiin aja udah bikin merinding, apalagi kalau sampai diewe sama pangeran seme satu ini?

Aku ingin lebih beringas lagi, kutarik krah baju Nata dan kudekap kedua pipinya. Bibir kami saling berpagut mesra.

##

Sosok Nata sangat terkenal di kotaku, khususnya di kalangan kaum pelangi, dia terkenal sebagai badboy, mantannya banyak banget.

Sampai-sampai akunnya di blokir dari grub FB pelangi karena sering jadi hot topik. Rata-rata adalah mantannya yang dikecewain, dipake terus ditinggalin, duh.

Tapi Nata itu cakep, badannya atletis dan populer. Dia juga fashionable, ala aktor-aktor korea masa kini.

Entahlah, meski udah banyak gosib tentang keburukannya, termasuk wanti-wanti jangan deketin dia, tapi toh aku tetap menaruh perhatian sama dia.

##

Oia, kenalkan namaku Bens, aku bekerja di sebuah organizer, kadang-kadang aku juga menjadi MC di berbagai acara.

Karena bekerja di panggung, aku berupaya untuk menjaga penampilan, perawatan tubuh dan sebagainya, kayaknya cukup seimbang kalau aku mendekati Nata.

Kebetulan Sabtu ini, kami terlibat dalam sebuah acara yang sama, Nata sebagai pengisi acara bersama grup bandnya. Mungkin ini kesempatanku untuk berbincang dengannya.

##

"Nata," sapaku mengenalkan diri, "Bens," lanjutku.

"Iya aku udah tau kok," balasnya, menyambut uluran tanganku yang mengajak salaman.

"Aku uke," bisikku.

Lalu berjalan pergi meninggalkannya karena harus bersiap-siap.

Namun setelah itu, Nata terlihat tak begitu meresponku, dia masih asyik di kamar tunggu bersama anak-anak bandnya.

Aku berbincang lagi setelah ia tampil, sembari menunggu penampil lain selesai.

"Nata call me," sahutku.

Nata mengangguk pelan dan menyodorkan ponselnya untuk scan QR nomor chat.

##

Dua hari kemudian Nata mengirimkan sebuah pesan, entah kenapa aku seneng banget.

Lalu dia meneleponku.

"Kenapa kamu minta aku hubungin kamu?" tanyanya.

"Engga, cuma pengen kenalan aja," balasku.

Kami pun berbincang hangat soal keseharian, sampai Nata membuka topik lain.

"Kenapa kamu bilang ke aku kalau kamu uke?" tanya Nata.

Aku agak kikuk, dan hanya hmm... Hmm...

"Kamu tau kalau aku seme?" lanjutnya.

loading...
Ya iyalah, siapa sih yang gak kenal Pangeran Nata si seme legendaris. Batinku.

##

Nata tinggal di sebuah rumah kontrakan, dia memang bukan asli kota ini, dia berstatus mahasiswa.

Dia memintaku datang ke kontrakannya malam itu. Nata sedang duduk di ruang tengah, di meja dekat televisi ada minuman bersoda, rokok dan gitar.

Nata mengenakan celana pendek dan kemeja casual, gilak ya, pas lagi santai aja Nata masih keliatan stylist.

Dia mengambilkan sebotol minuman bersoda dan melemparkannya ke arahku.

"Rumahmu sepi banget ya?" tanyaku.

"Kan aku tinggal sendiri."

"Teman-temanmu?"

"Ya kadang kesini, tapi karena malam ini ada tamu spesial, mereka kularang datang," jawabnya sambil mendekatkan tubuh ke arahku.

###

Nata mensetubuhiku dengab ritme pelan dan cepat, njirr.. Enak banget, aku mendesah dengan tubuh bergetar sembari memegang mesra lengannya yang berotot.

"Enak, bens?"

"Ee..nak banget," jawabku jujur.

Kami berganti posisi dari doggy, deep, butterfly, terakhir aku duduk di atasnya sampai kami berdua klimaks.

Setelah hasrat kami terlampiaskan, Nata duduk di dekat jendela dan menyalakan putung rokoknya.

Aku masih menggeliat di atas kasur. Hmm... Baru kali ini aku ngerasain enaknya bersetubuh dengan top.

"Pantes ya boti-boti banyak yang naksir sama kamu," ucapku membuka obrolan.

Nata tertawa sinis. Dia menawari rokok, tapi aku gak ngerokok.

"Terus kenapa kamu mau?" tanyanya.

"Penasaran aja."

"Kamu tau kan kalau di dunia pelangi gini aku cuman nyari having fun?"

Aku mengangguk pelan.

"Jadi kamu gak pernah BFan?"

"Nggak, mereka aja yang halu dan drama, intinya minta diewe lagi, tapi aku udah males sama sikap mereka."

"Hmm... Iya aku paham."

"Kamu juga kayak mereka?"

"Ah,, enggak, sejak awal aku udah tau kalau kamu badboy."

"Hahahaha... Tapi kamu mendesah keenakan?"

"Iya, kamu emang pinter main mainin boti di ranjang."

"Jangan baper ya."

Jelang tengah malam, akupun pamit pulang. Diam-diam aku berharap jika suatu saat nanti aku akan melakukannya lagi dengan Nata, aku nggak berharap lebih kok.

loading...

Post a Comment

0 Comments