Badan Manly, Jiwa Hello Kitty

loading...



Tubuh dan Jiwa kadang memiliki dua sisi yang berbeda. Tidak bisa dinilai hanya sekilas saja berdasar tampilan atau gesture. Apalagi di dunia pelangi.

Banyak cowok manly baik dari bentuk tubuhnya atau gesturenya namun memilih role bottom dalam relasinya. Dia punya jiwa ingin dijaga, disayang, dimanja dan lebih menempatkan diri sebagai obyek.

Namun stigma sosial kadang tak berpihak padanya. Bahwa cowok ya harus manly, strong dan gak boleh cengeng. Pantang bagi cowok manly punya jiwa yang rapuh. Padahal, semua itu tidak alamiah alias konstruksi sosial.

Manly atau enggaknya cowok kadang disumbang oleh genetika dan hormon. Dia cowok yang memang terlahir dari keluarga "tulang besar" dan punya tubuh yang manly banget. Namun soal soul? Who's know?

loading...
Namun ekspektasi itu sendiri juga datang dari sesama kaum pelangi. Para bottom ingin juga memiliki top manly yang menyanyangi mereka dan tangguh. Bahkan tak jarang mereka melakukan bullying pada cowok manly yang memilih jadi bottom.

Tubuh dan jiwa adalah dua hal yang berbeda. Bahkan banyak yang merasa "terjebak" dalam tubuhnya. Tubuh yang ia miliki mengharuskannya bersikap sebagaimana umumnya di masyarakat.

Keadaan itu tak jarang menciptakan suatu tekanan batin tersendiri, yang berujung pada stress hingga depresi. Belum lagi dengan tekanan psikis yang ia alami saat sedikit saja keluar dari koridor sosial.

Ada istilah tubuh manly, jiwa hello kitty. Maksudnya punya badan macho, jangkung, berotot tetapi jiwanya lembut, sensitif, mudah tersentuh, ingin dimanja dan lain sebagainya.

Padahal why not? Kita kan manusia.
loading...

Post a Comment

0 Comments