Seme yang enak diajak ngobrol dalam banyak hal

loading...



Dia emang gak cakep banget, terlihat biasa aja, tapi badannya bersih, wangi, dan satu hal yang bikin dia menarik, dia enak diajak ngobrol, humble, flowing gitu.

-00-

Namanya Elka, dia kakak kelasku. Kami kenal di Apk dan jarak kos-kosan yang gak terlalu jauh.

Dalam bionya Elka bikin keterangan, no anal, no fun. Hmm... Entah kenapa aku jadi interest.

Aku emang gak terlalu suka anal, meskipun aku bot. Anal itu sakit banget, enaknya dikit. Bisa dibilang 10% enak, 90% sakit.

Aku malah mulai mendambakan sosok dewasa yang care, dan itu ada pada sosok Elka.

Saat kami ketemu, kami bahas banyak hal soal kuliah, keluarga, hobi, sampa buku bacaan. Asyik banget sih orang ini, batinku.

First meet aku langsung nyaman sama dia. Padahal, dia mungkin gak masuk kriteria cowok cakep yang hits, tapi tetep punya daya tariknya sendiri.

Saat ketemu Elka, aku kayak bisa loos share about me, aku kayak nemu seseorang yang bisa menjadi sosok pendengar dan dewasa dalam merespon sifat kekanak-kanakanku.

Elka sangat berbeda, dia gak perlu cakep banget kayak mantanku yang selebgram itu untuk terlihat menarik.

Bahkan temanku si Aji, yang juga boti, sampe heran: kok suka sih sama orang kayak gini? Ya si aji kan cuma lihat fotonya, belum pernah ketemu, belum ngerasain humble dan hangatnya si Elka.

-00-

loading...
Aku mampir kosnya Elka, kamarnya rapi dan banyak buku, aku takjub aja sama koleksi bukunya.

Elka asyik diajak ngobrol banyak tema, karena bacaannya yang banyak. Duh aku bisa klimaks banget nih, batinku.

Elka juga gak macam-macam, padahal kami lagi berdua di kos, dia sangat consent pada urusan fun.

"Kamu gak suka fun ya?" tanyaku.

"Paling cuddle de, kalau anal enggak lah," jawabnya.

Aku tak merespon dan lanjut baca buku.

"Kenapa? Mau ta?" tanya Elka melanjutkan.

Aku cuma tersenyum malu.

Elka lalu duduk di sampingku.

"Mana mungkin kamu mau sama aku de, aku kan gak cakep," lanjutnya.

Elka terus menceritakan pengalamannya di dunia pelangi selama ini, yang sering dapet no response saat kirim foto.

Tapi tiba-tiba aku ingin mencium pipinya, dan dengan berani aku lakukan itu.

Elka terperangah dan terbengong-bengong, aku tersenyum sambil melanjutkan bacaku.

Aku lebih membutuhkan sosok seperti Elka daripada si ganteng kayak apapun. Dia enak diajak ngobrol, pengertian, bikin nyaman, dan satu lagi dia smart.

Mungkin jika dibandingkan mantanku, Elka emang gak lebih cakep atau good looking. Elka mungkin hanya sekadar air putih yang terlihat biasa dibanding minuman lain.

Tapi aku sadar jika air putih lebih dibutuhkan tubuh ketimbang jenis minuman lain yang lebih menarik rasanya kan?

Sesekali aku pengen punya bf kayak Elka, aku berharap dia bakal nembak aku buat jadi bfnya.

By ino
loading...

Post a Comment

0 Comments