3 Tanda kamu telah tumbuh lebih dewasa -mypsikologi

loading...



Bagaimana kamu tau tingkat kedewasaan seseorang? Selain melalui tes psikoanalisa, kedewasaan seseorang juga bisa dilihat dari cara dia menyikapi sesuatu.

Dilansir dari psikologi.my.id, setidaknya ada 3 tanda untuk melihat jika seseorang telah tumbuh dewasa, 3 tanda bisa disebut fase alamiah yang ditopang oleh kesadaran individu.

1. Tidak gampang marah

Perlu diingat jika emosi dan marah itu dua hal yang berbeda. Marah adalah salah satu dari bentuk emosi. Menangis dan tertawa juga bentuk dari emosi.

Ketika seseorang tidak gampang marah saat dihadapkan pada sesuatu yang menyebalkan atau bahkan merugikan dirinya, menyikapinya dengan lebih tenang, maka bisa disebut dia sudah memasuki fase dewasa.

Seorang yang berpikir dewasa akan berpikir "apa yang terjadi" terlebih dahulu dibanding menunjukkan sikap kesal dan marahnya atas kejadian tersebut. Dia akan menahan diri semampunya.

Hal itu bertujuan agar benang kusut lekas terurai dan masalah sebenarnya lekas terselesaikan, tanpa menambahkan amarahnya atau tanpa mencari pelampiasan orang lain.

2. Sedih karena belum bisa berbuat banyak

Saat masih anak-anak, mungkin kamu sedih karena temanmu memiliki barang baru yang belum kamu miliki. Kamu sedih karena orang tuanya memberikan lebih banyak dari yang orang tua berikan padamu.

Ya itulah fase anak-anak, yang ingin dimanja dan selalu di atas teman-teman lainnya.

Saat mentalmu sudah dewasa, yang terjadi sebaliknya, kamu sedih karena belum bisa banyak memberi kepada orang tua, meskipun orang tua tidak memintanya.

Misal, saat orang tua sakit kamu belum bisa memberikan pelayanan atau fasilitas kesehatan yang baik.

3. Bisa membedakan urusan privat dan publik

Tanda dewasa berikutnya adalah tahu mana yang privat dan publik, mana urusan privat dan urusan umum.

Jika kamu termasuk yang tak mau diajak membahas hal-hal privasi orang lain, dan lebih mengarahkan topik pada hal umum, itu berarti kamu telah dewasa.

Mereka yang telah dewasa pun juga cenderung meninggalkan tayangan gosip selebritis dan lebih suka mengikuti perkembangan ekonomi, politik, pendidikan atau membaca buku-buku pengembangan diri.

Dalam konteks ini, dewasa itu bukan faktor umur, tapi faktor gaya hidup, pergaulan dan pendidikan.

Jadi, usia tua tak menjamin seseorang lebih dewasa jika circlenya tak mendukung ke arah dia menjadi lebih dewasa.
loading...

Post a Comment

0 Comments