Boti ngenes: digenjot gratisan, terus ditinggalin, atas nama cinta? - kisah pelangi

loading...



Di linimasa atau di grup-grup fb, kerap aku membaca postingan kaum pelangi, isinya beraneka macem.

Mulai dari ajakan ML alias making love, ungkapan kekesalan, sampai jelek-jelekin mantan.

Dunia pelangi liar banget ya? Batinku. Bahkan ada yang secara terbuka open b.o, dan ditanggapi sinis oleh gay lainnya.

Ada yang menulis kalau gak punya harga diri sampe open b.o, lalu orang tersebut membalas: daripada digenjot gratisan?

Tiba-tiba aku jadi mikir, iya juga ya? Dunia pelangi itu liar, kadang ketemu cuma buat ML, habis itu sepah dibuang.

Terutama para boti, yang hanya jadi bahan icip-icip para seme, tapi mereka mau melakukan itu atas nama harga diri, kadang unik juga.

Kalau pakai logika boti yang open b.o itu, ada benarnya juga. Karena apa bedanya sih? Toh sama-sama sekali pake dan gonta-ganti pasangan, bedanya kalau yang open b.o dibayar, kalau yang satunya gratisan, tapi merasa lebih punya harga diri.

Padahal sama-sama diewe, sama-sama dibobol lubang anusnya.

-00-

loading...
"Kenapa kamu gak mau ML?" tanyaku pada boti yang baru kukenal via aplikasi.

"Bukan gak mau sih, tapi kalau sama bf aku mau, kalau baru kenal terus ml aku gak mau," jawabnya.

Baginya, status relasi itu penting, dia gak mau kayak boti murahan yang digenjot gratisan terus ditinggalin gitu aja.

Meskipun juga punya orientasi yang sama, aku masih sangat tertutup pada dunia pelangi, kadang rasa penasaran itu muncul: gimana sih rasanya ML?

Tapi aku terpikir lagi kalau mereka yang mau diajak ML pas baru kenal pasti seorang player, soalnya gampang banget sih.

Aku takut tertular penyakit, jujur aja, terutama HIV/AIDS. Jadi aku pilih membatasi pergaulan dan kenal ya sebatasnya aja, sekedar temen ngopi atau ngobrol.

Karenanya temenku kebanyakan boti, temen sharing yang nyambung dan gak kepikiran, karena secara role aku juga boti.

Aku kira tak masalah, emang relasi sesama pelangi harus ML? Gak kan? Jadi temen ngopi yang sesama alias punya orientasi yang sama justru bisa obrolan lebih terbuka.

Kita jadi gak merasa sendiri, gak kesepian, pada intinya aku lebih enjoy jadiin temen daripada temen ML, sayangnya pas punya kenalan seme, ujung2nya juga mereka ngajak ML.

Wajar kali ya, kan mereka seme dan tahu kalau aku uke/boti, pasti mereka ngajak ML.

Beda sama temen sesama boti yang gak pernah bahas ke arah sana, karena role yang sama membuat kami lebih prefer jadi temen ngobrol aja.

Lagian aku juga gak mau jadi boti yang sekadar jadi pelampiasannya para seme, kenal terus digenjot habis itu gak kontak lagi.

Aku juga gak mau open b.o, ya gak mau aja makan dari duit hasil jual diri, lagipula aku juga gak bisa ML sama sembarang orang, meskipun sejauh ini belum pernah ML sih, hehe

By dafi
loading...

Post a Comment

0 Comments