Pretty Seme: mulus, bersih, wangi, tak berbulu - kisah pelangi

loading...



Aku membelai lengannya, halus sekali, lalu beranjak ke pipi, sama halusnya.

"Kenapa belai-belai?" tanyanya.

"Mulus banget kamu," jawabku.

Tak terlihat bulu di sekujur tubuhnya, hanya bulu tipis di area ketiak. Putingnya pun juga bewarna merah muda.

-00-

Kami bertemu pertama kali di sebuah kafe, lalu bersalaman erat, tanda perkenalan. Tangannya halus, padahal dia seme.

Tapi apa salahnya? Secara gestural dia manly banget, pure seme. Tapi selama meet up fokusku lebih sering mengamati wajah dan kulit tubuh.

Mulus, putih dan bersih banget anjirr.. kukira hanya aktor atau boyband korea yang kayak gitu, ternyata in reality aku menemukan cowok seperti ini.

Pretty boy, batinku. Sambil tersenyum sendiri.

loading...
Tak hanya tubuhnya yang pretty, cara bicaranya pun juga kalem, adem didengernya, tapi gak ngondek atau lebay.

-00-

"Kamu perawatan apa sih?" tanyaku penasaran, setelah kami kenal cukup dekat.

Dia menggelengkan kepala, tapi aku tak percaya. Mana ada punya body semulus ini tanpa perawatan? Pasti dia rutin ke skincare clinic.

Dia hanya tersenyum, manis banget senyumnya. Sangat misterius.

Dia bekerja di sebuah kantor kehakiman, aku tahu berapa pendapatan per bulannya, dia bukan orang yang kaya banget sampai harus mengeluarkan banyak kocek untuk mendapatkan badan semulus itu.

Dia hanya rutin fitness 3 kali seminggu, sehingga badannya terlihat atletis dengan lekukan menarik di sekitar lengan, perut dan dada.

Dia juga selalu bawa air mineral, saat memesan jus atau minuman lainnya selalu no sugar.

Satu lagi, dia seorang vegetarian. Ternyata vegetarian benar-benar ada di dunia ini. Kukira hanya di tokoh-tokoh novel fiksi.

"Perawatan sih, tapi bukan yang kosmetik kayak gitu," jelasnya.

Soal badannya mulus tak berbulu, menurutnya faktor genetik. Ayahnya punya garis keturunan Jepang, kakeknya orang Jepang, menetap di Indonesia untuk urusan bisnis dan menikah dengan orang Indonesia.

Tapi, dia mendapat warisan hidung mancung dari Ibunya, dan sikap kalemnya, sapaan hangat dan friendlynya sungguh bikin aku baper.

-00-

Pretty seme, ya. Diam-diam aku menjulukinya begitu.

Suatu malam aku menginap di rumahnya dan setiap tidur dia hanya menggunakan boxer longgar, tak memakai sempak.

"Boleh aku minta sesuatu?" pintaku.

"Apa?"

"Pegang pipimu."

Tak menjawab, dia malah menarik tangannya dan diarahkannya telapak tanganku ke pipinya.

"Njirr.. mulus banget."

Lalu dia beringsut dan berposisi di atasku, seperti sepasang kekasih yang hendak berhubungan intim.

"Sekarang kami bisa lihatin sepuasnya," kelakarnya.

Iya, aku bisa leluasa melihat wajah, dada, perut dan lengannya, sambil membelainya. Mulus, lembut, tapi atletis.

Seneng banget rasanya, apalagi pas pegang perutnya yang rata dan berlekuk lekuk meski gak sixpack sempurna.

"Udah?"

"Satu lagi."

"Apa?"

"Ngemut boleh?"

----
By woly
loading...

Post a Comment

0 Comments