Sempak yang tertinggal di kamar kos - cerita pelangi

loading...




Sudah 5 kali kami melakukan ini, meski status kami bukan pacar, kami hanya teman yang sama-sama sedang dikuasahi hasrat seksual.


Sore itu, dia seperti diburu waktu, selepas menggenjotku sampe kami klimaks, dia cepat-cepat mengenakan pakaiannya lagi dan lekas pergi ke suatu acara.


Namun saat aku merapikan ranjang, ada sempak yang tergeletak di dekat dipan. Bukannya ini sempak dia?


-00-


Kami adalah teman sekelas, sudah saling kenal, dan dipertemukan oleh aplikasi yang berjarak 0 meter.


Akupun kaget, siapa ini? Dia duduk persis di depanku, saat aku chat. Kami pun saling berpandangan.


Sejak kejadian itu, dia berkunjung ke kosku, kami saling ngobrol dan sharing, sampe malam harinya, dia mulai membuka obrolan yang agak hot.


Benar saja, dia mulai mendekatkan tubuhnya, aku agak takut tapi juga gak ingin menolak, entah kenapa.


Meskipun baru tadi pagi kami bertemu di aplikasi, tapi kami udah saling kenal sejak semester awal perkuliahan.


Relasi kami makin cocok karena beda role, dia top dan aku bottom. Kali pertama dia menjamah tubuhku dan mengoyak lubang anusku, dan … aku merasakan kenyamanan tersendiri.


-00-


Setelah itu kami menjadi akrab, sering berbalas pesan dan sesekali makan siang bersama di kantin.


Sebelumnya tak pernah seperti ini, hanya sebatas kenal karena teman sekelas, mungkin banyak yang bertanya kok sekarang kami jadi lebih dekat?


Meski begitu kami tak terpikir untuk jadi pacar, dia pun sepertinya begitu, aku pun juga.


Berikutnya giliran aku yang mampir ke kosnya, kami pun tak pernah merencanakan akan melakukan sesuatu, dan hari itu kami kembali melakukan hubungan intim.


Durasinya lebih panjang, long duration dengan berbagai gaya. Kuakui dia memiliki penis yang kuat dan tahan lama, berbeda dengan punyaku yang mulus, penis dia terlihat otot-ototnya. Meskipun dari sisi ukuran hampir sama.


Hampir 2 jam kami melakukannya mulai dari fore play sampai berganti beberapa posisi, kadang tiduran, berdiri, menyamping dan semua referensi dari video bokep yang pernah kami tonton.


Itu sangat melelahkan, namun juga menyenangkan, kakiku sampai gemeteran bahkan sekadar untuk berjalan.


Lubangku juga sedikit nyeri, meskipun tak sakit karena menggunakan kondom dan pelumas. Mungkin cuma capek aja.


-00-


Dari hari ke hari, aku makin tak ingin pisah darinya, aku seperti candu atas perkenalan ini.


Agaknya, itu juga yang merubah sikapku ke dia, aku jadi sering menanyakan hal-hal seperti udah makan?, lagi apa? dan sederet perhatian lainnya.


Apa dia mulai agak risih, ya? Karena dia tak selalu menjawab pertanyaan itu, sesekali aja, dan itu membuatku overthinking.


Lalu, dia bilang mau main ke kosku, tentu aku senang banget, dan seperti kalian tahu, kami pun melakukan hubungan intim, dan ini adalah yang ke-3.


Kali ini justru aku yang lebih banyak aktif, jarak hubungan ke-2 dan ke-3 ini lebih dari 2 minggu.


Aku dengan sangat agresif mengendus, menjilat, dan mengulum penisnya, tak lagi ada rasa jijik, yang ada adalah hasrat yang tertumpah.


Dia juga menggenjotku dengan penuh gairah, meskipun kami hanya berganti 2 posisi, namun genjotan ketiga ini membuatku klimaks tanpa dikocok.


Anjir … enak banget, aku merasa ini adalah kenikmatan tiada tara ketika spermaku muncrat leluasa saat digenjot.


Mungkin karena dipengaruhi perasaanku yang udah nyaman sama dia dan menerima segala perlakuan darinya.


-00-


Aku ingin dia memperhatikanku, seperti misal menanyakan apa aku udah makan? Lagi apa? dan lain sebagainya.


Namun, hal itu tak pernah terjadi.


"Udah gede masa tanya begituan," jawabnya suatu ketika.


Mungkin dia benar, tapi aku ingin dibegitukan meski itu sebatas basa basi, tapi ada sisi perhatiannya tersendiri, kan?


Seminggu kemudian dia main lagi ke kosku dan seperti biasa, tanpa direncakan kami melakukan hubungan intim lagi, dan aku tetap bisa klimaks seperti sebelumnya.


Penisnya seolah sudah didesain agar cocok mengoyak lubangku dan memberikan kenikmatan tersendiri.


-00-


Relasi kami hanya ketemu di kampus, makan bareng di kantin dan ngewek di kos. Tak lebih.


Kami tak pernah kencan seperti jalan-jalan ke mal, nonton film di bioskop atau rekreasi berdua.


Kami, lebih tepatnya dia, juga tak pernah saling perhatian. Ya wajar sih, kan status kami bukan bf, hanya teman. Teman tapi ngewek.


Kadang aku heran juga kok bisa ya kami melakukan itu tanpa suatu ikatan? Lebih tepatnya, kok aku mau sih?


Bahkan kadang-kadang aku yang ngosek dan kayak banget yang butuh. Shit dah.


Sejak hubungan ke-4, dia udah jarang banget bales chatku, apa dia menghindar?


Kami juga agak lama gak ketemu karena liburan kuliah, dan kami berasal dari kota yang berbeda.


Selama liburan dia bahkan tak pernah balas chatku, hanya centang dua, sepertinya dibuka pun enggak.


Baru setelah liburan, aku beranikan diri berkunjung ke kosanya tanpa konfirmasi, sambil bawain oleh-oleh.


Namun, saat pintu dibuka, orang lain yang menyambut.


"Oh, saya baru pindah sini, yang sebelumnya udah pindah," jelasnya.


Aku kirim chat berkali kali dan menelepon, tapi tak ada jawaban, padahal whatsappnya aktif.


-00-


Apalagi, semester kali ini kami ada jadwal KKN selama 3 bulan, dia sama sekali tak membalas pesanku. Kenapa ya?


Namun hari itu tiba-tiba dia balas pesanku, mengabarkan jika dia pindah kontrakan bareng temen-temennya.


Hari itu, dia juga bilang mau main ke kosku sore hari, tumben padahal biasanya malem hari.


Sore itu dia pun main, aku sebenernya pengen marah dan kesal karena tak merespon chatku selama ini, tapi … rasa kangenku lebih kuat.


Dan karena udah lama gak melakukan itu, sore itupun kami melakukannya kembali dengan penuh gairah.


Hasrat yang tertahan begitu lama, membuat genjotan demi genjotan terasa begitu nikmat, sampai aku mendesah keenakan meski dia berusaha menutup mulutku karena takut terdengar kamar sebelah.


Kami pun menyamarkan dengan memutar lagu, dan adegan dewasa kami pun berlanjut.


"Jam 5 aku ada ngumpul sama kelompok KKN," bisiknya saat sedang menggenjotku.


Kulihat jam di dinding udah pukul 16.50, sepuluh menit lagi.


Tiba-tiba dia, sembari menggenjot dari belakang, memegang penisku dan mengocoknya sampe spermaku muncrat.


Tubuhku pun mengeras, lalu tubuhnya juga mengeras karena sepertinya spermanya juga keluar.


Setelah itu dia mencium bibirku dengan lembut, melepaskan penisnya dari lubangku dan bergegas mengenakan pakaiannya lagi.


"Aku pergi dulu ya?" Pamitnya.


-00-


Aku kirimkan pesan padanya kalau sempaknya tertinggal, namun dia cuma jawab: oiya.


Setelah itu kami harus KKN dan 3 bulan lebih tak bertemu.


Setelah KKN, aku kembali ke kosku dan melihat sempaknya masih tercantol di balik lemari.


Kami pun juga jarang, bahkan tak lagi, saling berkirim pesan selama 3 bulan ini. Meskipun aku kerap menanyakan tapi tak pernah ia balas.


Setelah KKN kami masih ada kelas, dan tak ada satu pun aku satu kelas dengannya.


Kami hanya bertemu di acara bersama seperti persiapan magang dan itupun hanya sebatas menyapa.


Aku harus sadar diri jika kami memang hanya teman, dan karena hasrat meletup, kadang aku coli sambil membaui sempaknya.


Aku jadi punya sensasi dan kebiasaan lain gara-gara sempaknya tertinggal di kamar kosku.


By azril

https://www.mytop.my.id/2022/06/sempak-yang-tertinggal-di-kamar-kos.html
loading...

Post a Comment

0 Comments